Another CO-Pa ![]()
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laku pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah anaknya, ayahnya memberikan sekantung paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali ia marah.
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. …. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.
Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal itu kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar ia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hemm … kamu telah berhasil dengan baik anakku, tetapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini … di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu … Tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu tetap akan ada … dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik …”.
Laman blog anda menarik perhatian saya. Saya akan siarkan cerita anda di Google Gadget saya.
Google Gadget boleh ditempatkan di laman blog. Pelayar internet boleh membaca ringkasan cerita di Google Gadget, namun harus kelaman asal untuk membaca cerita penuh.
Anda juga boleh melihat cerita anda disiarkan dengan menyalin Kod Gadget dan tempatkan di blog ini.
Maklumat lanjut di Sesiar B3Lima
Teruskan menulis.
Comment by isunik July 29, 2008 @ 2:05 pm